Cara Mengobati Luka Diabetes

Di tengah masyarakat, penyakit diabetes akrab dengan istilah kencing manis. Istilah ini didasarkan pada fakta bahwa urin (air kencing) penderita diabetes “terasa” manis karena memiliki kandungan gula yang tinggi. Kencing manis atau diabetes tidak boleh dipandang remeh. Di Indonesia, diabetes menduduki peringkat 3 sebagai penyakit penyebab kematian terbesar setelah jantung dan kanker.

Diabetes juga dikenal sebagai penyakit yang menyebabkan berbagai macam komplikasi seperti hipertensi, mata kabur, stroke, kolesterol termasuk pula gangrene. Apa itu Gangrene? Gangrene adalah luka yang sudah membusuk dan bisa melebar, ditandai dengan jaringan yang mati berwarna kehitaman dan menimbulkan bau karena disertai pembusukan oleh bakteri.

Pada penderita diabetes, gangrene biasanya terjadi pada kaki yang disebabkan oleh neuropathy, angiopathy dan komplikasi lainnya. Gangrene bila tidak segera diatasi bisa berakibat fatal, mulai dari amputasi hingga resiko kematian.



Penderita diabetes wajib memberikan perhatian khusus pada kaki. Kaki merupakan salah satu bagian organ tubuh yang sering diserang oleh penyakit diabetes. Banyak penderita diabetes menganggap remeh pada bagian kaki, sehingga banyak kaki penderita diabetes terpaksa diamputasi. Oleh karena itu penderita diabetes harus ekstra hati-hati dan melakukan kontrol secara teratur terhadap kakinya.

Pengontrolan secara teratur oleh penderita diabetes bertujuan agar lebih dini menyadari adanya luka yang kemudian sulit disembuhkan, khususnya kaki. Gangguan itu berupa kerusakan pada saraf dan kerusakan pembuluh darah dan infeksi. Gangguan atau kerusakan pada saraf dan pembuluh darah di kaki membuat penderita diabetes mengalami mati rasa (baal) pada kakinya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penderita penderita dalam masalah perhatian terhadap kaki, antara lain :

  1. Periksa kaki setiap hari, periksa adanya lecet, jamur, kemerahan karena penekanan, atau adanya luka.

Luka di kaki memang tidak nampak secara langsung sehingga kerapkali diabaikan oleh penderita diabetes. Namun bila diabaikan tentu saja dapat berakibat fatal. Gunakan cermin untuk memudahkan dalam memeriksa bagian telapak kaki.

  1. Jangan merendam kaki. Cuci kaki dengan bersih setiap hari, gunakan sabun yang lembut, keringkan kaki dengan handuk yang lembut terutama di sela-sela jari.

Kaki yang lembab akan menjadi tempat subur bagi tumbuhnya jamur dan bakteri-bakteri lainnya. Ini juga mempermudah terjadinya luka di kaki.

  1. Berikan lotion untuk melembabkan kaki, tetapi jangan diberikan di sela-sela jari.
  2. Potong kuku sejajar dengan ujung jari dan lurus.

Memotong kuku di ujung jari dengan cara lurus akan mengurangi potensi luka di ujung jari. Memotong kuku di bagian sudut kiri dan kanan juga dilakukan tidak terlalu dalam, untuk menghindari resiko ‘canthengan’.

  1. Hindari kaki dari panas atau dingin yang berlebihan.
  2. Jangan pergi tanpa alas kaki.

Sekalipun di dalam rumah, usahakan untuk selalu memakai alas kaki. Tentunya alas kaki yang khusus disediakan untuk dipakai di dalam rumah. Bisa jadi, di lantai rumah berserakan barang-barang kecil yang dapat menimbulkan luka seperti pecahan gelas atau piring, jarum bahkan mainan anak-anak.

  1. Gunakan kaos kaki yang menyerap keringat, dan ganti kaos kaki setiap hari.

Kaos kaki yang tidak mampu menyerap keringat dan jarang diganti akan menyebabkan kaki terlalu lembab dan mudah ditumbuhi jamur.

  1. Hindari penggunaan obat-obatan pada luka tanpa resep dokter.
  2. Segera periksakan ke dokter, jika terjadi luka sekecil apapun.
  3. Lakukan senam kaki setiap hari.

 

Itu tadi beberapa tips untuk mencegah luka. Lalu bagaimana bila kaki terlanjur terluka atau mengalami luka gangrene. Untuk merawat agar luka gangrene tidak lebih parah, berikut ini beberapa tips merawat luka gangrene.

  1. Lihat kondisi luka pasien, apakah luka yang dialami pasien dalam keadaan kotor atau tidak, ada apus atau ada jaringan nekrotik (mati) atau tidak. Setelah dikaji, barulah dilakukan perawatan luka. Untuk perawatan luka biasanya menggunakan antiseptik ( NaCl) dan kassa steril.
  2. Jika ada jaringan nekrotik, sebaiknya dibuang dengan cara digunting sedikit demi sedikit sampai kondisi luka mengalami granulasi (jaringan baru yang mulai tumbuh).
  3. Lihat kedalaman luka, pada pasien diabetes dilihat apakah terdapat sinus ( luka dalam yang sampai berlubang) atau tidak. Bila terdapat sinus, ada baiknya disemprot ( irigasi) dengan NaCl sampai pada kedalaman luka, sebab pada sinus terdapat banyak kuman.
  4. Lakukan pembersihan luka sehari minimal dua kali ( pagi dan sore), setelah dilakukan perawatan lakukan pengkajian apakah sudah tumbuh granulasi, (pembersihan dilakukan dengan kassa steril yang dibasahi larutan NaCl).
  5. Setelah luka dibersihkan, lalu ditutup dengan kassa basah yang diberi larutan NaCl lalu dibalut disekitar luas luka, dalam penutupan dengan kassa, jaga agar jaringan luar luka tidak tertutup. Sebab jika jaringan luar luka ikut tertutup akan menimbulkan masrasi (pembengkakan).
  6. Setelah luka ditutup dengan kassa basah bercampur NaCl, lalu ditutup kembali dengan kassa steril yang kering untuk selanjutnya dibalut.
  7. Jika luka sudah mengalami penumbuhan granulasi ( pertumbuhan jaringan kulit yang baik/ bagus yang membuat luka rata), selanjutnya akan ada penutupan luka tahap kedua ( skin draw), biasanya diambil dari kulit paha. Penanganan luka diabet, harus ekstra agresif sebab pada luka diabet kuman akan terus menyebar dan memperparah luka.

Tips-tips di atas bisa dilakukan dengan bantuan perawat atau tenaga medis lainnya yang terampil dalam merawat luka diabetes.

Obat Luka Diabetes
Herbal Obat Luka Diabetes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *