Habbatus Sauda, Obat Segala Penyakit

Masyarakat Arab atau keturunan Arab di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia memiliki banyak sekali makanan khas, di antaranya nasi kebuli. Makanan ini terbuat dari beras yang dimasak dengan kaldu daging kambing lalu ditambah dengan kari daging kambing yang sangat gurih. Menu juga banyak ditemui di Indonesia ini sangat lekat dengan budaya Arab dan menjadi makanan sehari-hari. Namun anehnya, kebiasaan ini tidak membuat orang Arab mengalami gangguan kesehatan seperti kolesterol melonjak, hipertensi ataupun stroke. Usut punya usut, ternyata mereka mencampurkan “bumbu ajaib” ke dalam setiap makanan yang mengandung lemak tinggi. Bumbu ajaib itu adalah habbatussauda atau dalam bahasa kita dikenal dengan jintan hitam.

Habbatussauda dalam bahasa ilmiahnya disebut nigella sativa dahulu hanya dikenal sebagai rempah-rempah biasa yang dicampurkan ke dalam masakan. Namun beberapa tahun belakangan pamornya melonjak tajam seiring munculnya berbagai penelitian tentang khasiat habbatussauda dalam mengatasi berbagai penyakit.

Penelitian akan khasiat habbatussauda sudah sedemikian maraknya dilakukan di mancanegara. Sejak tahun 1959, setidaknya 200 penelitian dilakukan di berbagai universitas dan telah dipublikasikan berbagai jurnal untuk menunjukkan hasil menakjubkan akan khasiat habbatussauda. Dr. Andria Agusta, peneliti fitokimia di Puslit Biologi LIPI mengatakan, “Di luar negeri uji in vitro atau in vivo sudah dilakukan. Bahkan hingga uji klinik, uji bahan aktif, sampai uji toksisitas.”



Habbatussauda memiliki senyawa aktif thymoquinone, nigellone dan minyak padat. Jintan hitam juga mengandung lebih dari 100 nutrisi yang sangat berharga.

Dra. Sri Ningsih, Msi, Apt, peneliti Pusat Teknologi Farmasi dan Medika, BPPT, mengungkapkan bahwa senyawa yang ada dalam habbatussauda atau jintan hitam juga aman digunakan dalam jangka panjang. Sementara itu peneliti lain, yaitu Dr. Sedarnawati Yasni, dari IPB, mengungkap fakta bahwa habbatussauda terbukti mujarab mengatasi diabetes mellitus. Selain keduanya masih banyak peneliti yang membuktikan bahwa habbatussauda atau jintan hitam sangat manjur dalam mengatasi berbagai penyakit.

Habbatussauda tidak saja layak menyandang predikat obat paling mujarab namun juga pantas disebut sebagai obat tertua. Literatur kuno menjadi bukti bahwa habbatussauda telah dikenal sebagai obat oleh empat agama, yaitu Hindu, Yahudi, Kristen dan Islam. Dari keempat agama tersebut, agama Islam secara gamblang menyebutkan bahwa jintan hitam merupaka obat untuk segala penyakit. Dalam sebuah hadits riwayat Al-Bukhari, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan, “Sesungguhnya Habbatus Sauda’ ini adalah obat dari segala penyakit, kecuali as-Saam (kematian).” Dan masih ada lagi beberapa hadits yang semakna,  dalam mengungkap khasiat habbatussauda.

Lebih dari 2000 tahun lamanya habbatussauda digunakan sebagai obat. Di Amerika, jintan hitam atau black seed digunakan untuk mengatasi inflenza, asma, batuk dan meningkatkan imunitas. Sementara di India, habbatussauda digunakan untuk meningkatkan produksi ASI, antibakteri bahkan antitumor. Di Timur Tengah, habbatussauda dikonsumsi bersamaan dengan madu. Madu ini dihasilkan oleh lebah yang menghisap nektar bunga habbatussauda, atau dikenal dengan madu habbatussauda.

Dengan sekian banyak khasiat membuat habbatussauda menjadi obat alternatif paling diburu saat ini. Berbagai bentuk sediaan pun tersedia di pasaran, mulai serbuk halus, kapsul, minyak maupun kapsul ekstrak habbatussauda yang diyakini memiliki efek paling maksimal. Kreatifitas para produsen herbal pun layak diacungi jempol. Dipadukan dengan herbal asli tanah air, habbatussauda menjadi obat yang handal memberantas penyakit. Bahkan habbatussauda juga banyak dipasarkan sebagai campuran minuman kesehatan, sehingga dapat dikonsumsi dengan lebih nikmat di saat santai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *