Obat Diabetes Tradisional yang Biasa Disajikan dalam Minuman dan Makanan

Obat diabetes tradisional yang terbuat dari tanaman obat tidak hanya ramuan jamu maupun kapsul serbuk saja. Tanaman obat tersebut dapat juga disajikan dalam bentuk lain, misalnya makanan atau minuman. Berikut beberapa tanaman obat yang disajikan dalam bentuk makanan atau minuman yang berkhasiat sebagai obat diabetes tradisional.

 

Jenis-jenis Tanaman Obat Diabetes Tradisional

Jamur Dipo

Jamur dipo biasa disebut juga jamur kombucha. Jamur yang berasal dari koloni organisme ragi dan bakteri ini biasa hidup dalam air teh manis. Bentuknya menyerupai agar-agar atau sari kelapa nata de coco.



Jamur dipo tumbuh pada botol dan wadah lainnya dan dalam pertumbuhannya memerlukan udara. Air yang dihasilkan dari fermentasi jamur dipo rasanya asam dan manis. Semakin lama waktu pemanenan, air yang dihasilkan semakin asam.

Jamur dipo memiliki kandungan kimia antara lain asam glukonat, asam glukoronat, laknat, asam asetat, asam glukonolakton, asam d-glukarat, asam 2-keto-d-glukonat, usnat, vitamin b dan c.

Dalam hubungannya dengan penyakit diabetes, jamur ini sering dipakai sebagai obat diabetes tradisional untuk menurunkan gula darah karena bersifat antidiabetik dan megencerkan darah. Bagian jamur yang dipakai untuk pengobatan adalah air hasil fermentasi.

 

Lidah Buaya

Nama lidah buaya sangat populer di masyarakat karena sering dipakai untuk sampo maupun untuk minuman. Tanaman ini tumbuh di dataran rendah sampai tinggi. Namun tempat ideal adalah yang berudara panas dan tanah mengandung sedikit air. Oleh karena itu pada tanah yang lembab lidah buaya tidak bisa tumbuh karena air yang menggenang akan membusukkan akar lidah buaya.

Lidah buaya memiliki daun seperti lidah menjulur, sedangkan daunnya berwarna hijau bergerigi seperti punggung buaya.

Lidah buaya yang mempunyai banyak jenis ini kini telah dikembangkan secara besar-besaran di sejumlah tempat. Pusat perkebunan lidah buaya terletak di Pontianak Kalimantan Barat. Lidah buaya yang dikembangkan di Pontianak merupakan lidah buaya berdaun besar. Satu daun bisa mencapai berat 800 gram sampai dengan 1 kg.

Lidah buaya yang telah lama dikenal baik untuk kesehatan ini memiliki banyak kandungan kimia antara lain gukomannan, asam amino esensial dan non esensial, enzim oksidase, katalase, lipase, protease, barbaloin, isobarbaloin, aloesin dan zat aloin.

Kaitannya dengan diabetes, bagian lidah buaya yang bermanfaat sebagai obat diabetes tradisional adalah pelepahnya. Pelepah lidah buaya dapat dibuat minuman maupun dicampur dengan ramuan herbal.

 

Mengkudu

Mengkudu merupakan tanaman perdu yang dapat dengan mudah tumbuh di semua iklim. Di wilayah pedesaan tanaman ini tumbuh liar, namun ada juga yang memanfaatkan mengkudu untuk pohon peneduh.

Mengkudu yang tinggi pohonnya dapat mencapai 10 meter ini memiliki daun berwarna hijau berukuran selebar telapak tangan orang dewasa. Sedangkan buahnya berukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa.  Secara fisik, tampilan buah mengkudu memang tidak begitu enak dipandang. Buah mengkudu penuh dengan mata dan bijinya yang telah masak sempurna akan mengeluarkan aroma yang kurang sedap.

Karena khasiatnya yang luar biasa, saat ini mengkudu telah dikembangkan secara besar-besaran.  Buah mengkudu telah diolah menjadi berbagai macam sediaan seperti kapsul, sirup, cuka dan bentuk lainnya.

Kandungan senyawa yang ada dalam mengkudu antara lain protein, kapur, zat besi, askorbin, glikosida antrakinon, alkaloid triterpenoid, morindin, morindon, oligarin, d-methylether, saranjidiol.

Kaitannya sebagai obat diabetes tradisional, buah mengkudu telah lama dipakai untuk menurunkan kadar gula darah. Buah ini dipercaya dapat memperbaiki fungsi sel beta pankreas. Pemanfaatan mengkudu untuk menurunkan gula darah dapat juga dengan cara direbus bersama ramuan lainnya maupun dibuat jus.

 

Pare

Pare yang telah dikenal masyarakat ada dua yaitu pare ayam dan pare belut. Pare ayam berbentuk seperti jengger ayam sedangkan pare belut terbentuk panjang seperti belut.

Sebagai obat diabetes tradisional, jenis pare yang dimanfaatkan adalah pare ayam yang memiliki rasa sangat pahit. Namun meski rasanya sangat pahit, buah sering juga dimanfaatkan untuk membuat sayur dan siomay.

Pare merupakan tanaman menjalar yang memerlukan tegakan sebagai penyangga. Daun pare menyirip menyerupai telapak tangan manusia. Sebagaimana tanaman obat lainnya, pare juga memiliki kandungan kimia, antara lain momordisin,momordin, karantin, asam trikonasik, resin, asam resinat, saponin, vitamin A dan C, serta minyak lemak terdiri dari asam oleat, asam linoleat, asam stearat dan L-oleostearat. Sedangkan buah pare mengandung karantin, hydroxytryptamine, vitamin A, B, dan C.

Dalam hubungannya dengan penyakit diabetes melitus bagian tanaman yang dimanfaatkan adalah bijinya. Kandungan utama yang digunakan untuk menurunkan gula darah adalah momordisin yang ada di dalam biji pare.

 

Stevia

Stevia adalah sejenis rumput yang memiliki rasa manis. Tanaman yang ditemukan di Tawangmangu Jawa Tengah ini menyukai daerah berudara sejuk. Namun meski demikian tanaman ini juga dapat ditanam di daerah berdarah panas dengan syarat tanaman tersebut diberi peneduh. Tanaman stevia memiliki tinggi tidak lebih dari 1 meter dan daunnya berukuran sebesar kuku tangan manusia.

Stevia mempunyai banyak jenis dan semuanya mempunyai gula alami yang digunakan sebagai pengganti gula buatan. Gula stevia kini telah banyak digunakan untuk industri makanan dan minuman.

Stevia juga memiliki kandungan aktif yang baik untuk kesehatan antara lain,  steviosida, rebaudiosida, glikosida, protein, serat, karbohidrat, mineral, vitamin A, vitamin C, plus 53 komponen lainnya.

Stevia yang mempunyai kadar manis ratusan kali dibanding kuliah biasa kerapkali dimanfaatkan sebagai pengganti gula. Penyebabnya, tidak sedikit penderita diabetes melitus yang mengalami penurunan fungsi hati karena terlalu lama tidak terasupi gula. Oleh karena itu stevia merupakan alternatif yang tepat dan aman untuk mengganti gula tebu yang dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.

 

Cara Bijak dalam Menggunakan Obat Diabetes Tradisional

Semua tanaman obat namanya indikasi masing-masing. Fungsi satu jenis tanaman obat harus dibedakan dengan jenis tanaman obat lainnya. Misalnya penggunaan tanaman obat sebagai ramuan untuk menurunkan gula darah. Namun dalam ramuan tersebut terdapat tanaman obat yang memiliki fungsi menurunkan tekanan darah. Maka apabila dikonsumsi oleh penderita diabetes yang juga memiliki keluhan tekanan darah rendah, justru akan berbahaya. Oleh karena itu apapun terapinya, upayakan untuk selalu berkonsultasi dengan orang yang ahli di bidang tersebut. Ramuan herbal memang aman, namun bukan berarti dapat dikonsumsi secara serampangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *